29 April 2013 - 16:08
Rahbar Buka Secara Resmi Konferensi Internasional Ulama dan kebangkitan Islam di Teheran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Khamanei Senin (29/4) membuka secara resmi Konferensi Internasional "Ulama dan Kebangkitan Islam" yang dihadiri oleh ratusan ulama asing dan Iran. Konferensi yang juga dihadiri oleh Sayyid Hasan Nashrullah tersebut akan berlangsung selama dua hari.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Khamanei Senin (29/4) membuka secara resmi Konferensi Internasional "Ulama dan Kebangkitan Islam" yang dihadiri oleh ratusan ulama asing dan Iran.

Dalam pidatonya di acara Konferensi Internasional Ulama dan Kebangkitan Islam tersebut Rahbar mengatakan, "Dalam waktu dekat, Kebangkitan Islam akan menjadikan peradaban Islam berjaya bagi umat Islam dan umat manusia."   

Rahbar dalam pidatonya menilai tema Kebangkitan Islam merupakan masalah utama dunia Islam. Menurut beliau apa yang ada di hadapan kita saat ini, dan tidak ada seorangpun yang mampu menghalanginya, adalah bahwa Islam menjadi penentu arus perubahan dunia dan menempati posisi yang membanggakan.  

Ditambahkannya, "Kebangkitan Islam di dunia yang mengalami kekosongan pasca kekalahan komunis dan liberalis merupakan fenomena baru."

"Kebangkitan Islam, pengucapan namanya membuat kaum arogan sangat ketakutan, dan itu dapat disaksikan di seluruh penjuru dunia," tegas Rahbar.  

Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa Kebangkitan Islam memiliki dimensi yang sangat luas. "Apa yang sebaliknya terjadi dan bertentangan dengan Kebangkitan Islam di sebagian negara Afrika, memberikan kabar gembira tentang masa depan gemilang bahwa janji-janji yang lebih besar akan segera terlaksana," ujarnya.

Ia pun menilai kejayaan Republik Islam Iran yang juga diakui musuh-musuhnya itu, merupakan janji Ilahi, implementasi kesabaran dan kepasrahan kepada Tuhan. "Keberhasilan yang dicapai Republik Islam Iran adalah pengalaman berharga di hadapan imperialisme." Tegasnya.

Gelombang kebangkitan di kawasan, pendudukan terhadap Palestina dan muqawama anti-Israel merupakan di antara topik yang akan dibahas dalam konferensi yang akan berlangsung selama dua hari tersebut. Krisis di Suriah juga akan menjadi pokok pembahasan.

Sekretaris Jenderal Dewan Kebangkitan Dunia Islam Ali Akbar Velayati, dalam pidato pada acara pembukaan konferensi, menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan konferensi yang paling penting tentang Kebangkitan Islam yang pernah digelar hingga kini.

Disebutkan sekitar 700 ulama Sunni dan Syiah dari berbagai negara Muslim dan non-Muslim hadir dan turut berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut. Menurut rencana Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hasan Nashrullah yang juga hadir dalam konferensi tersebut akan menyampaikan pidatonya pada hari selasa besok (30/4). Dinukil dari stasiun TV al-'Alam bahwa Sayyid Hasan Nashrullah akan menyampaikan masalah politik di kawasan termasuk membahas masalah Suriah. Stasiun TV al Manar dan al 'Alam disebutkan akan menyiarkan secara langsung pidato sekjen Hizbullah Lebanon tersebut.

Berikut teks lengkap pidator Rahbar dalam pembukaan Konferensi Internasional Ulama dan Kebangkitan Islam:

Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Puji syukur kehadirat Allah, Rabb alam semesta. Salam dan shalawat atas junjungan kita Muhammad al Mustafa dan keluarganya yang disucikan dan sahabatnya yang terpilih dan pengikutnya yang baik sampai hari kiamat.

Kepada para tamu yang terhormat, kami mengucapkan selamat datang. Dan kami berharap kepada Tuhan yang maha mulia dan maha penyayang agar memberikan keberkahan dengan adanya pertemuan ini dan agar pertemuan ini memberikan konstribusi positif terhadap kejayaan kaum muslimin. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan permohonan.

Wacana Kebangkitan Islam yang akan kalian bahas dalam pertemuan ini, hari ini adalah merupakan diantara isu penting dalam dunia Islam dan umat Islam.  Dengan izin Allah,  dalam waktu dekat, Kebangkitan Islam akan menjadikan peradaban Islam berjaya bagi umat Islam dan umat manusia.

Apa yang terjadi hari ini dihadapan mata kita, dan tidak seorangpun yang mengakses informasi dan mau berpikir akan mengingkarinya, bahwa Islam saat ini telah mampu keluar dari mainstream sosial dan politik dunia, bahkan telah menjadi penentu arus perubahan dunia dan menempati posisi yang membanggakan. Dengan perspektif yang baru, Islam telah mampu mempersembahkan konsribusi positif terhadap tatanan kehidupan, politik, pemerintahan dan transformasi sosial. Dan Kebangkitan Islam di dunia yang mengalami kekosongan pasca kekalahan komunis dan liberalis merupakan fenomena baru yang memberikan pengaruh penting dan sangat berarti. Efek pertama yang ditimbulkan adalah kebangkitan Islam di bagian utara Afrika dan kawasan Arab yang sangat bertolak belakang dengan dunia sebelumnya, tentu ini memberikan kabar gembira tentang masa depan gemilang bahwa janji-janji yang lebih besar akan segera terlaksana.

Kebangkitan Islam dihadapan kaum arogan bahkan sekedar membicarakannya mereka akan sangat menghindarinya dan sangat ketakutan jika benar-benar terwujud, dan itu dapat disaksikan di seluruh penjuru dunia. Bukti yang sangat jelas, adalah terlihatnya antusias masyarakat umum khususnya kaum muda untuk menghidupkan kemuliaan dan ketinggian Islam dan perhatian mereka yang besar terhadap pentingnya politik antar negara dan tersingkapnya wajah asli dari para penjajah dan kelompok arogan yang berlindung dibalik aturan yang lebih dari 200 tahun telah menumpahkan darah dengan kedok hendak menciptakan peradaban dan kebudayaan yang baru namun dengan kekuatan dan kekuasaannya telah menindas dan menjarah dengan paksa.

Dimensi kebangkitan yang penuh berkah dan meluas ini memiliki banyak hikmah yang tersembunyi yang kita bisa lihat hasilnya di beberapa negara di kawasan utara Afrika. Kemampuan mencapai target yang besar dan keyakinan akan keunggulan di masa depan adalah implementasi dari keyakinan yang kuat akan janji Ilahi yang disertai dengan kepasrahan dan kesabaran. Kisah dari Al-Qur'an mengenai Ibu Nabi Musa yang memiliki kepasrahan dan kesabaran adalah contoh dari terbuktinya janji Tuhan.

Dalam keadaan yang sangat sulit dan dibawah tekanan, ibu nabi Musa harus menaruh anaknya di dalam sebuah keranjang dan menghayutkannya. Allah berfirman kepadanya dengan menjanjikan, "Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul." (Qs. Al Qhasas: 7). Janji yang pertama Allah, adalah janji yang meskipun sederhana dan sifatnya kecil namun mampu menenangkan jiwa seorang ibu, sementara  janji Allah yang berkaitan dengan risalah, adalah janji yang lebih besar sehingga membutuhkan kesungguhan dan ketangguhan menghadapi kesulitan serta kesabaran yang tinggi. "Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. " (Qs. Al Qhasas: 13). Yang dimaksud dengan Janji Allah yang benar itu adalah risalah besar yang setelah beberapa tahun terbukti kebenarannya dan mampu mengubah jalannya sejarah.  

Contoh yang lain, perlindungan yang Allah berikan atas Baitullah yang diserang. Yang melalui Rasulullah Dia memerintahkan,  "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)." (Qs. Quraysi: 3). Sebab janji Allah tekbukti dengan firmanNya, " Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?." (Qs. Al-Fiil: 2)

Atau untuk menguatkan jiwa Nabi yang dikasihiNya dengan memberi jaminan, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu." (Qs. Ad Dhuha: 3). Dan untuk mengingatkan atas nikmatNya, " Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?, Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk. " (Qs. Ad Dhuhaa: 6-7). Demikian pula dengan kemenangan yang berhasil dicapai oleh Iran yang mampu merubuhkan benteng AS dan Israel yang  merupakan diantara negara yang paling berpengaruh dikawasan ini. Ahli ibrah dan para pemikir jika mampu melakukan kesabaran dan kepasrahan, juga akan mampu melakukan pembebasan dan pasti akan mencapai kemenangan.

Kemenangan gemilang yang telah dicapai oleh Republik Islam Iran, oleh musuh-musuh kami mengetahui bahwa semua itu diraih bersumber dari keyakinan yang kuat pada janji Ilahi, kesabaran dan ketangguhan di jalan Tuhan. Rakyat kami, penuh dengan rasa was-was, cemas dan kekhawatiran sebagaimana ucapan, " Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." (Qs. Asy Syu'ara: 61) maka jawabannya, " "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (Qs. Asy Syu'ara: 62)  

Hari ini, pengalaman berharga tersebut dialami oleh rakyat-rakyat dunia, berhadapan dengan penjajah dan kaum arogan, mereka dengan kesadaran mampu untuk meruntuhkan kekuasaan yang zalim dan rezim yang menjadi kaki tangan Amerika.

Kegigihan dan kesabaran, kesadaran dan keyakinan yang kuat akan janji Ilahi, "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (Qs. Al Hajj: 40) akan menyampaikan kita pada jalan yang membanggakan dan tiba pada puncak peradaban Islam bersama dengan ummat Islam.  Sekarang, dalam pertemuan penting ini yang dihadiri kumpulan ulama umat  yang terdiri dari negara dan mazhab yang berbeda-beda, maka sudah selayaknya saya akan menyampaikan beberapa poin penting yang berkaitan dengan masalah kebangkitan Islam:

Poin yang pertama, awal gejolak kebangkitan Islam dinegara-negara di kawasan ini, bertepatan dengan awal dimulainya penjajahan Barat. Mayoritas yang merintisnya dari kalangan ulama agama dan para pemikir agama. Nama para tokoh dan pemimpin yang dimaksud diantaranya Sayyid Jamaluddin al Afghani, Muhammad Abduh, Mirza Shirazi, Akhun Khurazani dan Mahmud al Hasan dan Muhammad Ali dan Syaikh Fadhlullah, Haj Agha Nurullah dan Abu Ali Maududi dan belasan ruhaniawan lainnya yang sangat terkenal sebagai mujahid  dan berpengaruh dari negara-negara Iran, Mesir, India dan Irak yang namanya akan selalu dikenang dan terekam dalam lembaran sejarah.

Pada abad modern ini kita mengenal nama Imam Khomeini yang cahaya pengaruhnya ibarat bintang gemintang yang telah menerangi revolusi Islam Iran. Diantara itu terdapat ratusan alim ulama yang terkenal dan ribuan ulama yang tidak dikenal juga hari ini dan kemarin telah memberikan sumbangsih dan peran untuk perdamaian dan perbaikan besar maupun kecil di negara masing-masing. Dan para tokoh yang berpengaruh dan memberi konstribusi terhadap kebangkitan Islam dari kalangan bukan ulama seperti Hasan al Banna dan Iqbal Lahare tidak bisa dilupakan begitu saja.

Ruhaniawan dan cendekiawan muslim disetiat tempat merupakan referensi pemikiran dan teladan bagi masyarakat dalam hal kesabaran dan mereka telah memberikan perubahan besar di semua tempat. Kesemua itu memberikan peran yang signifikan terjadap terjadinya kebangkitan Islam.  Para musuh umat, kelompok yang anti pati terhadap Islam, yang anti terhadap pemerintahan Islam akan selalu memberikan permusuhan dan bersungguh-sungguh menciptakan atsmosfer yang menjauhkan para pemikir dari pondasi agama, dan mengarahkan mereka pada kutub yang baru sehingga sebagaimana yang telah terjadi mereka telah mampu dengan mudah mengacak-acak keutuhan masyarakat. Namun mereka tidak akan mampu melakukan hal yang sama terhadap pemikir yang bertakwa dan mereka yang teguh berpegang pada nilai-nilai agama.

Inilah yang menyebabkan tugas para ulama menjadi lebih sulit. Ulama harus mampu dengan penuh kesungguhan dan konsentrasi mengenal tipu daya dan rekayasa musuh. Harus dengan jeli mengenal dengan seksama tipuan musuh untuk kemudian menggagalkannya. Duduk dengan nyaman dikursi yang empuk dan indah, memecah belah persatuan, mencintai dunia dan kekayaan, mendukung penguasa yang zalim dan serakah adalah tindakan yang paling berbahaya yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat dan ketaatan mereka. Ego dan ambisi kekuasaan akan menjadi penyebab kerusakan dan penyimpangan. Ayat dari Al-Qur'an ini harus selalu diperdengarkan, " Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Qs. Al Qashash: 83). 

Hari ini, dimasa gerakan kebangkitan Islam yang menjajikan. Di satu sisi Amerika dan Zionis berupaya merusak kepercayaan masyarakat terhadap ulama, disisi lain, kelompok yang punya ambisi kekuasaan hendak meracuni dan menodai mereka yang ahli agama dan ahli takwa. Karenanya ulama agama dan para pemikir Islam harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi kedua pihak ini.

Poin yang kedua, pentingnya visi dan misi untuk kebangkitan Islam di negara-negara muslim. Poin terpenting adalah, kebangkitan ummat harus didasarkan pada manfaat yang akan diraih umat. Dengan mengenal baik poin ini, kita dapat merancang sebuah jalan dan memperjelas tujuan untuk meraih hal tersebut.

Tujuan gerakan tersebut tidak boleh lebih rendah dari cita-cita untuk menciptakan peradaban Islam yang maju dan gemilang. Ummat islam dengan segala sumber daya yang dia miliki harus mampu membangun peradaban Islam yang berdasar pada petunjuk Al-Qur'an. Ciri utama dari sebuah peradaban adalah kebahagiaan umat manusia pada semua sisi, baik secara materi maupun maknawi sebagaimana yang dituntutkan oleh Allah agar manusia mencapai kebahagiaan dan kesempurnaannya di dunia dan akhirat.

Tampilan luar dari peradaban tersebut adalah pemerintahan yang terbentuk dari hukum-hukum dan aturan yang bersumber dari al Qur'an yang mampu menjawab semua kebutuhan manusia, terhindar dari fanatisme dan fundamentalisme serta bid'ah, dalam sistem ekonomi menghindari riba dan bermegah-megahan. Dalam menyebarkan akhlak insani, dalam membela mereka yang tertindas, kesemuanya itu harus tampak dari sebuah pemerintahan yang Islami. Hasil-hasil ijtihad para ulama dalam berbagai bidang, dari ilmu humaniora, sampai pada sistem pendidikan resmi, sistem ekonomi dan praktik perbankan sampai penemuan tekhnologi. Dari  media modern sampai seni dan perfileman sampai hubungan internasional dan seterusnya dan seterusnya, semuanya harus menjadi perhatian peradaban tersebut.

Pengalaman membuktikan, semua itu adalah pekerjaan yang mungkin dan telah dilakukan oleh rakyat kami. Tidak boleh hanya dengan melihat sepintas atau dengan pesimis mengenai hal ini. Memandang remeh kemampuan sendiri adalah bentuk kufur terhadap nikmat Ilahi. Dan lalai terhadap pertolongan Ilahi dan bantuan sunnah penciptaan, "… dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah." (Qs. Al Fath: 6). Kita mampu mengalahkan dominasi ilmu, ekonomi dan politik rezim yang zalim dan umat islam merebut kembali haknya sebagai mayoritas dan menjatuhkan penjajah yang minoritas.

Peradaban Islam mampu menghadiahkan pemikiran yang lebih maju dengan akhlak yang tinggi kepada ummat Islam dan kepada seluruh umat manusia yang tidak mampu diberikan oleh pandangan dunia yang berbasiskan materialisme dan peradaban barat hari ini yang zalim dan penuh dengan lumpur dan noda.

Poin ketiga adalah dalam mewujudkan kebangkitan Islam, tidak boleh luput dari perhatian adalah. pengalaman pahit yang didapat dari pengaruh Barat dalam politik, akhlak dan kehidupan sehari-hari. Negara-negara muslim lebih dari seabad lamanya mengekor pada kebudayaan dan sistem politik negara-negara penjajah, yang telah menyebabkan banyak kesengsaraan dan penderitaan dalam masalah politik, kemiskinan ekonomi, kegagalan dalam masalah masalah akhlak dan ketertinggalan dalam bidang iptek, sementara umat Islam sendiri memiliki hal yang jauh lebih bisa dibanggakan. 

Pernyataan ini yang dimaksudkan bukan sebagai bentuk permusuhan terhadap Barat. Kami tidak pernah memberikan permusuhan terhadap sekelompok orang hanya karena persoalan letak geografis.  Kami belajar dari Imam Ali as yang menyatakan pernyataan permusuhan kami adalah terhadap kezaliman dan keangkuhan, terhadap arogansi dan penjajahan, terhadap kerusakan yang telah ditimbulkan oleh para penjajah terhadap masyarakat kita. Sampai saat ini, pengaruh dan campur tangan Amerika dan negara-negara pengekornya di negara-negara kawasan masih tampak yang hendak merubah arah kebangkitan dan revolusioner rakyat.

Janji-janji dan pengakuan mereka jangan sampai memberi pengaruh terhadap para pemikir politik dan mempegaruhi arahnya gerakan rakyat. Pada sisi ini kita juga harus belajar dari pengalaman. Mereka sepanjang sejarah dengan janji dan bantuan Amerika serta tunduk pada mereka telah membangun konsep politik dan mendirikan pemerintahan namun mereka tidak mampu berbuat banyak untuk kepentingan rakyat mereka sendiri. Rakyat tidak terbebas dari kezaliman baik oleh mereka sendiri ataupun dari pihak lain. Mereka dengan ketundukan  terhadap Amerika tidak akan mampu mencegah hatta satu rumah dari rumah-rumah rakyat Palestina dari penghancuran dan pengrusakan. Para politikus dan penguasa yang mengabdikan dirinya pada kepentingan penjajah akan menyia-nyiakan kesempatan besar untuk melakukan gerakan kebangkitan Islam. Kita harus menanamkan rasa takut akan janji Allah ini, " Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. " (Qs. Ibrahim: 28-29)

Poin yang keempat, hari ini diantara yang paling berbahaya yang menyusup dalam gerakan kebangkitan Islam adalah beralihnya gerakan kebangkitan ini kearah pertumpahan darah yang disebabkan oleh isu sektarian dan perselisihan mazhab dan kelompok. Konspirasi ini sampai saat ini terus dilakukan oleh agen-agen Barat dan Zionis. Dengan kucuran dana yang besar dan didukung oleh ulama-ulama dan politikus yang telah menjual diri mereka mulai dari timur Asia sampai utara Afrika khususnya negara-negara Arab mereka telah melakukan makar dan teror serta aksi-aksi pengeboman yang telah menumpahkan darah kaum muslimin dan telah membakar tenda-tenda para pengungsi. Bagi mereka, bersatunya umat Islam dibawah satu bendera adalah penghalang besar bagi ambisi mereka. Mereka menjadikan isu perselisihan umat islam yang telah terjadi sepanjang sejarah islam sebagai isu untuk mewujudkan ambisi syaitani mereka. Perbedaan pendapat, dalam fikih, kalam, sejarah dan periwayatan dalam Islam secara alami pasti akan terjadi dan bisa diterima, dijadikan oleh mereka alasan untuk mengkafirkan dan menumpahkan darah serta menebar fitnah dan kerusakan. Para pemikir dengan jelas dapat melihat kenyataan, kesengsaraan dan kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh kerja-kerja musuh. Tanpa diragukan lagi, semua itu terjadi karena masih adanya kebodohan dan fanatisme diantara masyarakat kita yang ibarat menyiramkan bensin diatas api. Tugas dan kewajiban para reforman dan alim ulama serta politikus dalam untuk meredam semua itu menjadi sangat-sangat berat.

Sekarang Libya dengan kondisinya, Mesir dan Tunisia, Suria, Pakistan, Irak dan Lebanon berada dalam kondisi yang tertekan dan berbahaya. Harus penuh dengan kewaspadaan penuh dan berusaha untuk segera mengatasinya. Cara yang paling sederhana adalah semuanya kembali pada faktor-faktor dan motivasi yang bersumber dari akidah dan kaum masing-masing. Propaganda Barat dalam menyulut perselisihan sunni dan syiah di Suriah agar dengan mudah Zionis dan musuh muqawamah menguasai Suriah dan Lebanon. Pada hakikatnya di suriah bukanlah peperangan antara Sunni dan Syiah melainkan antara pendukung rezim Zionis dan yang melawannya. Suriah bukanlah sebuah negara yang berasaskan Syiah, dan juga bukan negara Sekuler yang anti Islam yang dikuasai kelompok Sunni. Satu-satunya dalang yang menskenarioi segala tragedi tersebut adalah pihak yang mampu menyulut kebencian melalui fanatisme mazhab. Mampu mengetaui segala taktik dan permainan musuh dalam kejadian ini kita akan mampu menemukan penyelesaian yang jelas secara adil.   

Demikian pula mengenai Bahrain juga adalah tipuan dan kedustaan yang menggelikan. Di Bahrain, mayoritas adalah rakyat yang tertindas yang hak-hak suara dan hak-hak asasinya dirampas, dan mereka bangkit untuk menuntut hak tersebut. Apa karena mayoritas yang tertindas itu Syiah dan menuntut haknya pada penguasa yang sekuler dan secara zahir adalah Sunni lantas dikatakan di Bahrain adalah perpecahan dan permusuhan antara sunni dan syiah?. Negara-negara penjajah Eropa dan Amerika serta pendukung mereka di kawasan selama ini penuh dengan kepura-puraan menyikapi masalah tersebut, namun apakah itu benar?

Akhirnya, para ulama dan reformis yang adil dengan penuh refleksi, dan perhatian serta penuh rasa tanggung jawab memenuhi panggilan ini untuk mengidentifikasi target-target musuh yang dengan sengaja menyulut perbedaan mazhab dan isu sektarian yang telah melahirkan berbagai asumsi.

Poin yang kelima adalah, benar jalannya kebangkitan Islam dari yang telah dipaparkan harus bercermin pada masalah Palestina. Dari 60 tahun yang lalu sampai saat ini adalah negara Palestina telah dirampas dari hati kaum muslimin. Tragedi Palestina dari  hari pertama sampai hari ini, penuh dengan pembantaian manusia dan teror, penghancuran dan perampasan dan penodaan terhadap simbol-simbol suci Islam. Semua mazhab Islam dan kelompok-kelompok aliran yang masih jujur dan masih berpikir sehat sepakat bahwa sebuah kewajiban dan keharusan untuk terus bangkit melawan musuh yang merusak dan menjajah negara yang berdaulat. Semua aliran disetiap negara Islam menjadikan hal tersebut sebagai kewajiban agama dan bangsa. Amerika dengan segala argument yang tidak rasionalnya berusah mencari pembenaran atas pembelaannya terhadap zionis. Jangan menunggu bahwa mereka akan setia terhadap janjinya kepada Islam atau suatu saat mereka akan bertindak patriot. Ini adalah acuannya. Siapun yang menolak seruan pembebasan untuk al Quds yang suci dan pertolongan untuk rakyat Palestina dan pembebasan untuk tanah Palestina secara umum atau membelakangi muqawamah maka itulah musuh. Umat Islam harus disetiap tempat dan disetiap waktu, harus menjadikan kriteria dan indikator ini sebagai pedoman dalam berpendapat dan mengambil keputusan. 

Para hadirin yang terhormat! Saudara-saudara dan saudari-saudari!

Jangan pernah meremehkan konspirasi musuh. Kelalaian kita adalah kesempatan besar bagi musuh kita. Pelajaran dari Imam Ali kepada kita, "Pejuang harus terjaga karena bila ia tidur musuh tidak tidur". Anda bisa mengambil pelajaran pula dari pengalaman kami di Republik Islam Iran. Dengan kemenangan Revolusi Islam Iran, pemerintah arogan Barat dan Amerika yang sebelumnya dalam beberapa waktu menjadikan rezim thagut Iran dalam genggaman mereka dan menjadikan politik, ekonomi dan budaya negara kami dalam penguasaan mereka. Mereka juga mampu membuat kekuatan iman terhadap Islam dalam masyarakat menjadi terkikis dan masyarakatpun terjauhkan dari hidayah Islam dan Al-Qur'an. Namun tiba-tiba rakyat terjaga dan sadar dari kelalaian itu, merekapun kemudian menguasai pusat komando dan informasi musuh dan merebutnya untuk menutupi kelalaian mereka.

Semua konspirasi dan trik musuh yang dalam 34 tahun ini kita saksikan tidak satupun yang berhasil, makar yang mereka lakukan ibarat menulis diatas air yang tidak memberi pengaruh apa-apa. Ada dua dua hal mendasar yang mesti dikerjakan:

Tetap berpegang teguh terhadap ajaran agama Islam dan melibatkan peran luas rakyat dalam perjuangan ini. Dua hal ini adalah kunci pembebasan dan kemenangan disetiap tempat. Faktor yang pertama, didukung oleh Iman yang benar akan janji Ilahi. Dan faktor yang kedua dengan kesungguhan tekad yang penuh dengan keikhlasan dan jaminan akan kejujuran. Rakyat akan mencintai pemimpin yang jujur dan merakyat yang dengan dukungan mereka akan menjadi sebuah ledakan besar. Dan disetiap tempat rakyat telah memberi dukungannya maka tidak ada kekuatanpun yang mampu menjatuhkannya. Ini adalah pengalaman yang sukses yang menjadi pelajaran bagi semua bangsa yang akan menjadi pelopor kebangkitan Islam.

Kepada Tuhan yang Maha Tinggi kita bermohon hidayah, bimbingan, pertolongan dan rahmatNya untuk semua bangsa dan kaum muslimin.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..